BP Tanjungpinang Hadiri FGD Identifikasi Potensi PNBP di Kawasan FTZ Bintan, Karimun, dan Tanjungpinang
Batam, Rabu, 6 Agustus 2025 – Dalam rangka meningkatkan optimalisasi penerimaan negara dan memperkuat tata kelola kawasan perdagangan bebas, Badan Pengusahaan (BP) Tanjungpinang turut hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Identifikasi Potensi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang diselenggarakan untuk wilayah Kawasan Free Trade Zone (FTZ) Bintan, Karimun, dan Tanjungpinang.
FGD ini dihadiri langsung oleh Kepala BP Tanjungpinang, Bapak Cokky Wijaya Saputra, S.H., M.H., didampingi oleh Bapak M. Effendi selaku Deputi II, Bapak Ebel Onezmarez Saragih, S.IP. selaku Deputi III, serta Bapak Sulaiman, S.IP. selaku Pejabat Pembuat Komitmen BP KPBPB Bintan Wilayah Kota Tanjungpinang. Hadir pula Bapak Tengku Ikhsan Fadila selaku Kepala Bidang Pemasaran, bersama jajaran staf BP Tanjungpinang.
Kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi secara menyeluruh potensi-potensi PNBP yang dapat dioptimalkan di dalam kawasan FTZ, sebagai bagian dari kontribusi kawasan terhadap pendapatan negara. Diskusi juga menyoroti peran penting FTZ dalam mendorong investasi, ekspor, serta menciptakan ekosistem ekonomi yang sehat dan berkelanjutan.
Dalam forum tersebut, para peserta membahas berbagai aspek teknis dan kebijakan yang berkaitan dengan pemungutan, pengelolaan, serta pelaporan PNBP, khususnya dalam konteks kegiatan usaha yang berlangsung di wilayah FTZ. BP Tanjungpinang juga menyampaikan kondisi aktual di lapangan serta potensi-potensi sektor yang dapat menjadi sumber PNBP baru apabila diatur dan difasilitasi dengan baik.
“Identifikasi potensi PNBP merupakan langkah penting untuk memastikan bahwa aktivitas ekonomi di kawasan FTZ tidak hanya mendorong pertumbuhan lokal, tetapi juga memberikan kontribusi riil terhadap penerimaan negara,” ujar Bapak Cokky Wijaya Saputra dalam salah satu sesi diskusi.
FGD ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan PNBP yang adil, proporsional, dan mendorong keberlanjutan investasi di kawasan FTZ, sekaligus memperkuat peran BP sebagai fasilitator pembangunan ekonomi daerah yang akuntabel.
