Penjajakan Kerja Sama Strategis dengan Calon Investor Asing dari BCI Group dan Bapak Ferry Lee di Ruang Rapat Kantor BP KPBPB Bintan Wilayah Kota Tanjungpinang
Tanjung Pinang – Kepala BP Tanjung Pinang, Bapak Cokky Wijaya Saputra, S.H., bersama dengan Bapak M. Effendi selaku Deputy II, dan Bapak Ebel Onezmarez Saragih, S.IP, selaku Deputy III, melakukan penjajakan kerja sama strategis dengan calon investor asing dari BCI Group yang diwakili oleh Bapak Ferry Lee. Pertemuan ini berlangsung di Ruang Rapat Kantor BP KPBPB Bintan, Wilayah Kota Tanjungpinang.
Dalam pertemuan tersebut, pihak BCI Group yang dipimpin oleh Bapak Ferry Lee menyampaikan ketertarikan mereka untuk berinvestasi di wilayah KPBPB Bintan. Diskusi lebih lanjut difokuskan pada berbagai peluang investasi, potensi kolaborasi dalam pengembangan sektor industri, serta berbagai aspek yang berkaitan dengan regulasi dan kebijakan yang berlaku di kawasan tersebut.
Bapak Cokky Wijaya Saputra menyambut positif inisiatif dari BCI Group, yang dianggap sebagai langkah strategis untuk menarik investor asing guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Provinsi Kepulauan Riau, khususnya di wilayah Kota Tanjungpinang. Beliau juga menekankan pentingnya menciptakan iklim investasi yang kondusif, transparan, dan berkelanjutan untuk memastikan bahwa investasi yang masuk dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal dan masyarakat sekitar.
Bapak M. Effendi dan Bapak Ebel Onezmarez Saragih turut memberikan penjelasan mengenai berbagai kemudahan dan insentif yang dapat diberikan kepada investor asing di kawasan KPBPB Bintan, serta prosedur yang harus diikuti untuk memastikan kelancaran proses investasi. Selain itu, mereka juga menggarisbawahi pentingnya pengembangan sektor-sektor yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi, seperti industri, pariwisata, dan infrastruktur.
Dengan adanya penjajakan kerja sama ini, diharapkan akan terjalin kemitraan yang saling menguntungkan antara BP Tanjung Pinang dan BCI Group, serta membuka peluang untuk lebih banyak investasi asing yang dapat mempercepat pembangunan di wilayah Bintan dan Provinsi Kepulauan Riau secara keseluruhan.
BP Tanjung Pinang berharap, langkah awal ini akan membuka lebih banyak peluang bagi pengembangan ekonomi daerah dan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat setempat.
