BP Tanjungpinang Hadiri Rapat Pembahasan Pembangunan Estuary Dam Teluk Bintan dan Pengembangan SPAM
Tanjungpinang, 10 Juni 2025 — Kepala BP Tanjungpinang Bapak Cokky Wijaya Saputra, S.H Beserta M. Effendi Selaku Deputi II dan Bapak Ebel Onezmarez Saragih, S.IP Selaku Deputi III dan Staff Perihal Menghadiri Undangan Rapat Pembangunan dan Pengelolaan Estuary DAM di teluk Bintan dan pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM)
Bertempat di Ruang Rapat Utama Lt.4 Kantor Gubernur Dompak
Badan Pengusahaan KPBPB Bintan Wilayah Kota Tanjungpinang menghadiri rapat koordinasi yang membahas rencana pembangunan dan pengelolaan Estuary Dam di Teluk Bintan, sekaligus pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) untuk mendukung kebutuhan air baku di wilayah Bintan dan Tanjungpinang.
Rapat yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau ini dihadiri oleh perwakilan dari Kementerian PUPR, Balai Wilayah Sungai Sumatera IV, pemerintah kabupaten/kota, serta stakeholder terkait lainnya, termasuk pihak BP Tanjungpinang dan BP Bintan.
Pembangunan Estuary Dam di Teluk Bintan dirancang untuk menjadi infrastruktur strategis yang tidak hanya menampung air hujan dan aliran sungai, tetapi juga berfungsi sebagai sumber utama pasokan air baku untuk mendukung pertumbuhan kawasan industri, permukiman, dan kebutuhan domestik masyarakat di kawasan FTZ.
Perwakilan BP Tanjungpinang dalam rapat tersebut menyampaikan dukungan penuh terhadap pengembangan Estuary Dam dan SPAM, mengingat ketersediaan air merupakan salah satu faktor vital dalam menjaga keberlanjutan investasi dan aktivitas usaha di kawasan perdagangan bebas.
“BP Tanjungpinang siap berkoordinasi dan bersinergi dalam memastikan infrastruktur pendukung, termasuk jaringan air baku, dapat memenuhi kebutuhan kawasan industri, pelabuhan, serta masyarakat di wilayah FTZ,” ujar perwakilan BP Tanjungpinang.
Selain pembahasan teknis pembangunan bendungan dan sistem distribusi SPAM, rapat juga menyoroti aspek kelembagaan, pembiayaan, serta rencana jangka panjang pengelolaan air secara terpadu antarwilayah.
Diharapkan, proyek strategis ini dapat segera terealisasi dengan dukungan lintas sektor, dan mampu memberikan solusi jangka panjang terhadap persoalan ketersediaan air bersih serta menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi di Kepulauan Riau, khususnya wilayah Bintan dan Tanjungpinang.
